NEWS FLASH

Lintas Batas

Komandan Lantamal VIII Kunjungi Wilayah Perbatasan Nunukan

RM Harahap : Kondisi Wilayah Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia Cukup Kondusif

Humas Pemkab Nunukan | Kamis, 03 Oktober 2013 - 09:55:26 WIB | dibaca: 4527 pembaca

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) – VIII Laksamana Pertama TNI Raja Morni Harahap disambut Wakil Bupati Nunukan Hj Asmah Gani dibandara Nunukan rabu (2/10). (Aiyub/Humas Protokol)

Nunukan – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Lantamal)  – VIII yang bermarkas di Manado Sulawesi Utara Laksamana Pertama TNI Raja Morni Harahap melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nunukan khususnya di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia, kunjungan perdana tersebut disambut Wakil Bupati Nunukan Hj Asmah Gani dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) di bandara Nunukan Rabu (2/10).
Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Raja Morni Harahap mengakui kunjungan kerja yang dilakukan diwilayah perbatasan merupakan kunjungan kerja rutin untuk melihat kesiapan dan fasilitas personil TNI AL yang melakukan tugas pengamanan diwilayah perbatasan. Lantamal VIII Manado memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat luas dihadapkan dengan situasi dan kondisi wilayahnya. Hal tersebut dikarenakan wilayah perairan Lantamal VIII Manado merupakan corong dari ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan ALKI III serta berbatasan langsung dengan Malaysia dan Philipina yang masih memiliki potensi kerawanan terkait masalah perbatasan.
“Kita akan melihat personil yang ditugaskan dalam pengamanan diwilayah perbatasan seperti yang ada di Sei Pancang Sebatik apakah perlu adanya evaluasi pos-pos angkatan laut baik itu secara kuantitas dan strategis untuk pengaman wilayah,” ungkap Danlantamal yang baru dilantik Rabu (18/9) beberapa waktu lalu tersebut.
Melihat kondisi maraknya perampokan terhadap nelayan yang terjadi diwilayah perbatasan menurut RM Harahap, saat ini upaya dalam pengamanan diwilayah perairan dan  laut terus di lakukan secara rutin oleh pangkalan angkatan laut yang ada di Nunukan.
“Dengan kehadiran TNI AL di Kabupaten Nunukan cukup memberikan dampak positif kepada masyarakat yang berada diwilayah perbatasan, mengingat saat ini juga di lanal Nunukan juga sudah siap Kapal Perang Indonesia (KRI) yang setiap hari melakukan patroli diwilayah perbatasan dan perairan,” ungkap pria Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 28 tahun 1983 tersebut.
Terkait dengan wilayah Nunukan yang sudah termasuk daerah perlintasan peredaran Narkoba di Indonesia menurutnya sudah menjadi tugas bersama dalam menangani peredaran narkoba dan saat ini bukan hanya menjadi tugas dari pihak kepolisian namun sebagai tanggung jawab bersama.
Melihat jumlah personil yang berada dan bertugas diwilayah perbatasan dinilai hingga saat ini belum maksimal dari jumlah yang ada namun berupaya untuk memaksimalkan segala SDM yang dimiliki saat ini. Sesuai dengan Daftar Susunan Personil (DSP) yang dimiliki Lanal Nunukan saat ini sudah mencapai 46 Persen dan dinilai belum cukup memenuhi DSP yang ada  namun upaya untuk menambah personil untuk memenuhi kebutuhan diwilayah perbatasan akan terus dilakukan setiap tahun.
Harahap Mengaku Saat Ini Kondisi Keamanan Diwilayah Perbatasan Indonesia – Malaysia Cukup Baik. (hms-ayu)