NEWS FLASH

Daftar & Nomor Urut Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2014: | 1. H. Prabowo Subianto - Ir. H.M. Hatta Rajasa. 2. Ir. H. Joko Widodo - Drs. H.M. Jusuf Kalla | Jangan Lupa Gunakan Hak Pilih Anda Pada Pemilu Capres dan Cawapres 7 Juli 2014 Suara Anda Sangat Ber |

Pembangunan

Pemda Usulkan Penambahan Kuota dan 1 SPBU

AIYUB | Sabtu, 07 Desember 2013 - 17:32:06 WIB | dibaca: 259 pembaca

Tampak antrean panjang kendaraan roda 2 yang ingin mengisi BBM untuk keperluan sehar-harinya. Guna memberikan efek jera terhadap pedagang eceran yang dianggap penyebab antrean panjang Satpol PP Nunukan bersama Distamben Nunukan gelar melakukan pengawasan dengan menahan beberapa pengecer yang tersebar disapanjang jalan beberapa waktu lalu.

NUNUKAN – Antrean panjang roda dua dan roda 4 sudah menjadi pemandangan biasa ketika salah satu Agen Penyalur Minyak dan Solar (AMPS) membukan pelayanan. Fenomena ini sudah bukan menjadi barang baru lagi bagi masyarakat Kabupaten Nunukan.
Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nunukan mengatasi dan mengurangi antrean panjang dan maraknya penjualan bensin eceran dalam kemasan botol. Baik dengan melakukan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun penangkapan sejumlah pengecer beserta BBM-nya dibeberpa tempat. Namun, hingga saat ini pemandangan tersebut masih tetap terjadi bahkan semakin meningkat.
Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah melalui Distamben Nunukan telah menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak bumi dan Gas (BPH Migas) untuk memohon penambahan kuota dari kuota sebelumnya menjadi 100 persen dan meminta didirikan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU)  untuk membantu 3 Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) dan 1 APMS Laut yang saat ini telah beroperasi.  
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Minyak dan Gas Distamben Nunukan Drs Purwo Hari Uboyono, solusi terbaik untuk mengatasi persoalan BBM   di Kabupaten Nunukan hanya mampu diatasi dengan  penambahan kuota dan  mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) oleh pihak Pertamina.
“Karena dengan adanya penambahan kuota dan 1 SPBU untuk melayani masyarakat Nunukan saya yakin anteran panjang dapat diatasi. Demikian juga dengan penjual eceren, sedikit demi sedikit pasti akan berkurang dan bakal hilang,” yakin Purwo –sapaan akrabnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/11).
Disampaikan, jika selama ini ada pernyataan bahwa SPBU baru bisa dibangun jika ada depo Pertaminan itu perlu di luruskan. Karena, dibeberapa daerah juga ada SPBU tanpa harus ada depo pertamina. Idealnya, lanjutnya lagi, di Kabupaten Nunukan ini sudah ada SPBU. Karena, jumlah penduduk dan pengguna BBM di Kabupaten Nunukan ini cukup banyak.  
“Kita sudah menyurati secara resmi BPH Migas untuk dilakukan penambahan dan pembangunan SPBU.  Surat tersebut langsung ditanda tangani bapak bupati. Selain surat permohonan penambahan, kita juga meminta perwakilan BPH Migas untuk turun langsung ke Nunukan melihat kondisi BBM yang ada di Nunukan ini,” bebebrnya.
Dikatakan, BPH Migas dapat memperhatikan konsumen pengguna BBM di Nunukan yang semakin meningkat khsusunya transportasi darat dan laut. Namun hingga beberapa tahun terakhir belum pernah ada penambahan kuota. Saat ini hanya ada 3 APMS di Pulau Nunukan dan 2 APMS di Pulau Sebatik yang melayani kebutuhan masyarakat. Sementar di wilayah 3, yakni Kecamatan Sebuku, Lumbis dan Sembakung hingga saat ini belum ada 1 pun APMS berdiri.   
“Usulan kami, SPBU itu dibangun di wilayah Kecamatan Nunukan Selatan supaya konsentrasi masyarakat terpecah dan tidak terfokus hanya di satu titik saja seperti saat ini,” terangnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Distamben Nunukan dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) , Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Dinas Pendapatan UPTD Nunukan (Samsat, Red) total pengguna BBM untuk angkutan laut sebanyak 2.319 unit yang terdiri dari perahu ketinting, speedboat hingga kapal pengangkut barang  dan juga perahu-parahu nelayan tangkap dan petani rumput lau se Kabupaten Nunukan. Sementara angkutan darat sebanyak 5.285 unit. Baik kendaraan roda 2 hingga kendaraan roda 4 termasuk mobil truk. (hms)