Profil

GEOGRAFIS

Kabupaten Nunukan yang terletak antara 11533' sampai dengan 11803' Bujur Timur dan 315'00" sampai dengan 424'55" Lintang Utara merupakan wilayah paling utara dari Provinsi Kalimantan Utara. Posisinya yang berada di daerah perbatasan Indonesia - Malaysia menjadikan Kabupaten Nunukan sebagai daerah yang strategis dalam peta lalu lintas antar negara.

Wilayah Kabupaten Nunukan di sebelah Utara berbatasan langsung dengan Negara Malaysia Timur-Sabah, sebelah Timur dengan Laut Sulawesi, sebelah Selatan dengan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau, sebelah Barat berbatasan langsung dengan Negara Malaysia Timur-Serawak.

Kabupaten yang berdiri pada tahun 1999 ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten Bulungan dengan luas wilayah 14.247,50 km2. Kabupaten ini memiliki 10 sungai dan 28 pulau. Sungai terpanjang adalah Sungai Sembakung dengan panjang 278 km sedangkan Sungai Tabur merupakan sungai terpendek dengan panjang 30 km.

Topografi Kabupaten Nunukan cukup bervariasi, kawasan perbukitan terjal terdapat di sebelah utara bagian barat, perbukitan sedang di bagian tengah dan dataran bergelombang landai di bagian timur memanjang hingga ke pantai sebelah timur.

Perbukitan terjal di sebelah utara merupakan jalur pegunungan dengan ketinggian 1.500 m - 3.000 m di atas permukaan laut. Kemiringan untuk daerah dataran tinggi berkisar antara 8 - 15%, sedangkan untuk daerah perbukitan memiliki kemiringan yang sangat terjal, yaitu di atas 15%. Dengan demikian kemiringan rata-rata berkisar antara 0 - 50%.

IKLIM

Kabupaten Nunukan berada di wilayah khatulistiwa yang memiliki iklim tropis, sehingga mengalami 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan serta dipengaruhi oleh angin muson, yaitu Muson Barat pada bulan November-April dan angin Muson Timur pada bulan Mei-Oktober.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Stasiun Meteorologi Kabupaten Nunukan pada tahun 2017, Nunukan mengalami iklim panas dengan suhu udara rata-rata 27,430C. Suhu udara terendah 22,30C terjadi pada bulan maret, dan tertinggi 33,90C pada bulan April, Oktober dan November. Suhu udara Kabupaten Nunukan yang cenderung panas dipengaruhi oleh topografi Pulau Nunukan yang dikelilingi laut.

Walaupun mengalami suhu udara yang cukup panas, namun karena diimbangi oleh wilayah hutan yang cukup luas, Pulau Nunukan mempunyai kelembaban udara dan curah hujan yang relatif tinggi. Pada tahun 2017 kelembaban udara berkisar antara 40,0% sampai dengan 99,0%. Sementara itu curah hujan tertinggi 344,6 mm3 pada bulan Desember dan terendah 65,9 mm3 pada bulan Februari.Rata-rata kecepatan angin mengalami penurunan daripada tahun lalu, yaitu menjadi 4,36 knots. Persentase penyinaran matahari rata-rata 55%, terendah 43% pada bulan Juni sedangkan tertinggi mencapai 68% terjadi pada bulan April.

SKPD / OPD