DINKES NUNUKAN ADAKAN SOSIALISASI DBD DAN FOGING

News Update - Setiap tahun wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat, terutama pertengahan musim penghujan sekitar Januari dan cenderung menurun pada Februari hingga ke penghujung tahun. Dalam upaya penanganan DBD di Kabupaten Nunukan, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama instansi terkait mengadakan Sosialisasi dan Foging hari ini (5/3). Sosialisasi di beberapa titik telah ditetapkan bersama Tim Gebuk DBD Kabupaten Nunukan.

"Tidak hanya sosialisasi DBD yang dilakukan, kita juga langsung melaksanakan foging di beberapa Kelurahan yang sudah terkena dampak DBD sesuai dengan data yang kita terima ," jelas Hj.Ramsidah dari Dinkes Nunukan.

Peran serta masyarakat dalam penanganan DBD dan menekan kasus ini sangat berpengaruh. Oleh karena itu, Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.

Program PSN tersebut diantaranya menguras yakni membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Selanjutnya, menutup yaitu menutup rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, dan lain sebagainya. Selain itu, memanfaatkan kembali atau daur ulang barang bekas yang berpotensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; menggunakan kelambu saat tidur; memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

"Pelaksanaan sosialisasi dan foging ini merupakan kegiatan yang sudah sering kali kita laksanakan dan kegiatan ini sangat efektif dalam mensosialisasikan penyakit DBD. Apalagi kita sudah memiliki data beberapa titik yang sudah berdampak DBD di Kabupaten Nunukan," ujar wanita yang juga aktif di Forum Kabupaten Sehat (Forkahat) Nunukan.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan foging ini ditargetkan selesai dalam 3 hari. (HBM/editor:RDJ)

  • Share :

SKPD / OPD