HADIRI PANEN RAYA PADI ADAN DI LONG API KECAMATAN KRAYAN, FARIDIL : WILAYAH KRAYAN HARUS SECEPATNYA ADA PERTUMBUHAN EKONOMI

News Update – Padi Adan adalah salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah Krayan. Padi Adan sendiri merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat di dataran tinggi Borneo khususnya di wilayah Krayan. Pagi tadi pukul 09.30 wita dilaksanakan Panen Raya di desa Long Api Kecamatan Krayan. (17/1)

Luas sawah diseluruh wilayah Krayan sendiri seluas 3.466 hektare dan telah menjadi luasan tanam. Melalui dana desa luas lahan telah ditambahkan sebanyak 100 hektare. Sedangkan jumlah hasil panen dalam kurun 2 tahun terakhir sebanyak 12.000 ton. Petani yang telah melakukan revitalisasi dan cetak sawah dapat meningkatkan hasil pertanian sebanyak 20%.

Beberapa lahan pertanian telah didukung dengan inovasi program Jajar Legowo. Harapan kedepan seluruh luasan sawah yang siap tanam bisa didorong dengan program Jajar Legowo ini. Karena dengan penerapan program ini, dapat meningkatkan hasil panen hingga 60%. Luas lahan sawah yang telah ditanami dengan program Jajar Legowo tersebut baru mencapai 40-50 hektare saja. Perlu diketahui bahwa dengan penerapan program tersebut dapat meningkatkan produktivitas tanpa menambah biaya input.

Berbicara masalah lahan, Faridil mengatakan “jika lahan itu tidak akan pernah tidur dan siap untuk diapakan saja. Namun justru manusianya yang tidur”. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang belum menunjang didaerah. Besarnya cost yang dibutuhkan menjadi salah satu kendala untuk mendistribusikan mesin-mesin pertanian ke wilayah Krayan. “Langkah konkretnya kita harus menyiapkan saran prasarananya, selanjutnya memotivasi masyarakat bahwa sekarang kita telah mengekspor beras adan sebagai beras organik” ungkap Bang Haji, sapaan akrab Wakil Bupati nyentrik ini.

Pada kesempatan yang sama setelah Panen Raya, dilakukan pula peluncuran ekspor beras adan secara tradisional. Peluncuran ekspor secara tradisional ini merupakan bentuk dukungan pemerintah khususnya didaerah terhadap aktivitas perdagangan lintas batas yang telah berlangsung selama ini.

Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian sangat mengapresiasi masyarakat Krayan, pemerintah kabupaten Nunukan serta pemerintah provinsi Kaltara, karena mampu melestarikan sumber daya genetik, sumber daya hayati dan juga memanfaatkannya untuk membangun ketahanan pangan bahkan sampai mengembangkannya untuk ekspor. (rizk)

  • Share :

SKPD / OPD