MALAM PISAH SAMBUT SATGAS PAMTAS RI - MALAYSIA, BUPATI TEKANKAN KEBERSAMAAN

Bertempat di Lenflin Cafe n Resto, Jumat (5/07) diselenggarakan kegiatan Pisah Sambut Satgas Pamtas RI - Malaysia.

Hadir mewakili dan membacakan sambutan Bupati Nunukan Sekretaris Daerah kabupaten Nunukan Serfianus,S.IP.,M.Si.

Mengawali sambutannya Bupati Nunukan mengucapkan terima kasih atas dan penghargaan kepada Yonif Raider 613 RJA yang telah bertugas di perbatasan RI - Malaysia di wilayah Kabupaten Nunukan.

Lebih lanjut Bupati juga menyampaikan selamat datang kepada Yonif Raider 600 Modang yang akan menggantikan bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan.

Bupati menyampaikan kepada Dansatgas yang baru untuk dapat terus meningkatkan pemgamanan di pintu masuk perbatasan baik orang maupun barang terutama oada penyelundupan dan pengedaran Narkotika dan miras.

Disampaikan juga bahwa Kabupaten Nunukan yang terdiri dari 19 Kecamatan ini sebagian besar berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, baik perbatasan darat ataupun laut.

" Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan barang - barang haram tersebut masuk ke wilayah Indonesia", tutur Bupati.

Pada kesempatan ini Bupati mengajak semua lapisan masyarakat, khususnya jajaran personil Satgas Pamtas untuk saling bahu membahu dan menyatukan persepsi tentang penanganan permasalahan wilayah perbatasan sesuai dengan tugas dan fungsi masing masing

" Sehingga terjalin harmoni yang lebih baik diantara semuan komponen yang ada di Kabupaten Nunukan dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat", tutur Bupati.

Dalam kesempatan ini Dansatgas Pamtas Yonif Raider 613 Farid RJA Wardhana Letkol inf. Farid Wardhana menyampaikan pesan dan kesannya selama bertugas di perbatasan RI - Malaysia di Wilayah Kabupaten Nunukan. Farid menyampaikan bahwa selama bertugas di Nunukan yang dirasakan adalah keakraban dari segenap warga dan unsur pemerintah.

Selain itu Farid menyampaikan sejumlah hasil yang telah dilakukan oleh Yonif Raider 613 RJA.

"Selama dalam penugasan Satgas kami mampu memecahkan rekor tangkapan sabu sabu terbesar dalam sejarah dari seluruh penugasan satgas Pamtas di Nunukan ini selama ini, yaitu tangkapan sabu sabu sebesar 6,3 kilogram, dan kami juga menemukan patok batas yang sudah 62 tahun lalu tidak ditemukan, untuk menemukan ini anggota kami di lapangan sempat lost contact beberapa hari", tutur Farid.

Lebih Lanjut Farid menyampaikan permohonan maaf apabila ada anggota dai Yonif Raider 612 RJA yang melakukan hal - hal yang kurang berkenan.

"Harapan kami silaturahmi tetap terjalin, dan kiranya tetap dapat dilanjutkan untuk satgas yang baru" tuturnya.

Sementara itu Danyon Satgas Pamtas Yonif Raider 600 Modang Mayor Inf. Ronald Wahyudi,S.E.,M.Tr (Han) dalam sambutannya berharap agar jalinan kebersamaan yang selama ini sudah dibangun dengan baik oleh Yonif Raider 613 RJA dapat tetap terjaga dan dilanjutkan.

" Hari ini kita dapat mendengar prestasi dari beliau Yonif Raider 613, keberadaan Satgas Pamtas 613 dan kebersamaan, kebersamaan yang dijalin oleh Yonif 613 kiranya dapat kami teruskan", tutur Ronald.

Ronald yang adalah lulusan Akmil tahun 2012 ini memohon bimbingan dan arahan saat dalam menjalankan penugasan nantinya.

" apabila nantinya ada yang kurang berkenan mohon untuk bimbingan dan informasi, intinya prestasi yang sudah diraih oleh Yonif Raider 613 minimal dapat kami pertahankan", tuturnya.

Untuk diketahui Yonif Raider 613 RJA telah menyelesaikan penugasannya sebagai Satuan tugas Pengamanan Perbatasan RI - Malaysia yang dimulai pada Agustus 2018 dan akan kembali ke Markas Komandonya di Tarakan. Dan Yonif Raider 600 Modang yang berasal dari Balikpapan datang untuk menggantikan dan bertugas lebih lanjut. (tus/ayu/humas)

  • Share :

SKPD / OPD