NEWS UPDATE : Menimbang bahwa aktifitas prostitusi atau Pelacuran di Lokalisasi "Wanita Harapan Sadar" merupakan tindakan yang melanggar norma agama, adat istiadat, kesusilaan, peraturan yang berlaku dan berdampak negatif terhadap kehidupan individu, keluarga dan atau sosial kemasyaratakan serta merendahkan harkat dan martabat manusia, maka perlu diberantas agar tidak tumbuh dan berkembang. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk tidak memberi peluang terhadap kegiatan aktifitas prostitusi atau pelacuran di wilayah Kabupaten Nunukan, sehingga kegiatan aktifitas yang masih terjadi di lokalisasi "Wanita Harapan Sadar" di Kelurahan Nunukan Tengah Kecamatan Nunukan harus ditutup. Dengan hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan bapak Serfianus, SIp. MSi. yang disaksikan oleh Kapolres dan seluruh tamu undangan beserta masyarakat Nunukan resmi menutup kegiatan aktifitas prostitusi di Lokalisasi "Wanita Harapan Sadar" pada hari ini Kamis, 10/01/19.

"Namun setelah ditutup eks penghuni lokalisasi akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Dan Kementrian Sosial akan menyiapkan dana pendukung yang berkaitan dengan stimulan usaha, bantuan jaminan hidup maupun transport lokal." Berikut pemaparan Sekretaris Dinas Sosial, Yaksi Belaning Pratiwi, SE.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pada pelaksanaan penutupan lokalisasi, hambatan dan kendala berupa gejolak sosial, pro dan kontra dari masyarakat seringkali muncul. Namun karena niat yang tulus untuk "memanusiakan manusia" serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, kegiatan penutupan lokalisasi pada hari ini dapat kita laksanakan. Penutupan lokalisasi merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional penanganan prostitusi menuju Indonesia Bebas Lokalisasi Prostitusi Tahun 2019 yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 19 April 2018.

Kemudian Serfianus menambahkan, "sesuai dengan namanya 'Lokalisasi Harapan Sadar" setelah ditutup, harapan saya kepada sekuruh eks penghuni lokalisasi (PSK) mari menyadari kekhilafan masa lalu untuk berbuat baik di masa akan datang. Tidak ada kata terlambat sebelum nafas terpisah dari raga, jadikan sisa hidup ini bermakna bagi anak, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara." Begitu sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Nunukan tersebut.

Sumber : #diskominfotik_nnk
Penulis : SNI

  • Share :

SKPD / OPD