PT. BNI CABANG NUNUKAN FASILITASI PEMBINAAN USAHA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN NUNUKAN

Bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, melalui program CSR (Community Social Responsibility) PT BNI Cabang Nunukan melaksanakan fasilitasi pembinaan usaha rumput laut pada hari Selasa ini (25/9/2018). Pada acara yang dilaksanakan di lantai IV Kantor Bupati Nunukan ini, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, SIp. MSi. mewakili Bupati. Hadir juga Kepala Regional Wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat PT. BNI (Persero), Bapak Nursidik Pramono.

Pertemuan yang bertema Pembinaan Ekonomi Kerakyatan Sektor Budidaya Rumput Laut Kabupaten Nunukan, juga dihadiri Kacab BNI Nunukan (Bapak Anas),. Kadis Perdagangan (Ir. Jabbar, MSi.), Kadis Lingkungan Hidup (dr. H. Rustam Samsudin), Kadis Kominfo dan Statistik (Ir. H. Dian Kusumanto MSi.), dan para pejabat yang mewakili OPD di Kabupaten Nunukan.

Hadir juga beberapa Nara sumber dari DKP Kaltara (Bapak Nana Indrayana), dari Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Asdar Marsuki, Dekan Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan (Rukisah, SPi. MA.PhD.), Joned Jauhari S.Hut. dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan, dan dari BNI Cabang Nunukan (Pak Eko),, serta dipandu moderator dari Dinas Perikanan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Ibu Kiki dan Pak Hasan Basri Mursali.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda mengatakan bahwa produksi rumput laut Kabupaten Nunukan sangat nyata sudah memberikan pendapatan dan penghidupan bagi setidaknya 2.033 rumah tangga pembudidaya (RTP), ratusan Pabentang, nelayan pemukat rumput laut, para pedagang dan tenaga pendukung lainnya. Setidaknya ada lebih dari Rp 276 Milyar per tahun atau sekitar Rp 23 Milyar per bulan uang yang berputar di masyarakat.

Adapun tentang permasalahan yang masih dihadapi dalam usaha rumput laut di Kabupaten Nunukan, antara lain harga yang masih fluktuatif, mutu yang belum stabil dan konsisten, lokasi budidaya yang semakin meluas yang dikeluhkan karena mengganggu transportasi laut. Selain itu masalah bangunan penjemuran yang tersebar juga banyak yang tidak sesuai tata ruang, sehingga dihimbau agar selanjutnya agar mencari yang lebih representatif.

Masih juga sering terjadi konflik antar pembudidaya, konflik antara pembudidaya dan pemukat, serta sering terjadinya kejadian kriminal di laut seperti perampokan mesin perahu dan lainnya. Bupati juga sangat prihatin karena terus meningkatnya limbah plastik botol bekas pelampung rumput laut yang rusak. Maka disarankan agar limbah dikumpulkan, ditampung, dijual ke Bank Sampah yang dikelola DLH untuk dicacah, dicuci dan dijual. Selanjutnya permasalahan belum adanya perijinan para pembudidaya dan pedagang rumput laut di Kabupaten Nunukan, perlu ditangani oleh instansi terkait dengan regulasi tertentu.

"Semua masalah itu harus segera diatasi dan dicarikan solusi pemecahannya, agar untuk seterusnya menjaga keberlangsungan usaha rumput laut di Kabupaten Nunukan," harap Bupati yang dibacakan oleh Sekda.

Sedangkan Nursidik Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan CSR BNI yang bertujuan untuk memberikan kontribusi meningkatkan kualitas rumput laut di Nunukan dan Sebatik melalui peningkatan kualitas SDM dalam budidaya rumput laut. 
Secara simbolis tadi juga sempat dilakukan penerimaan KUR kepada petani rumput laut oleh Sekda Dan juga diberikan bantuan CSR sponsorship kepada atlit Taekwondo Nunukan mewakili Indonesia yang akan bertanding di luar negeri.

(Deka)

  • Share :

SKPD / OPD