SOSIALISASI  GEMA CERMAT, BUPATI : PENTINGNYA SOSIALISASI PENGENALAN OBAT SECARA BENAR DAN RASIONAL

WARTA HUMAS - Staf Ahli Bidang Kesra dan SDM Abdi Jauhari mewakili Bupati Nunukan membuka acara Sosialisasi dan Evaluasi pelaksanaan Gema Cermat dan Optimalisasi Master Agent Of Change (AoC) dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas (Germas) di Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan lantai satu Hotel Lenflin Nunukan, Rabu (25/09).

Kegiatan ini di laksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan dengan sasaran lintas sektor dan lintas program, organisasi profesi farmasi, organisasi profesi kesehatan, perguruan tinggi, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta elemen elemen masyarakat lainnya.

Dalam Sambutan Bupati Nunukan yang di sampaikannya, Abdi Jauhari mengatakan gerakan masyarakat cerdas dalam menggunakan obat ini memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan
kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat secara benar dan rasional, termasuk anti mikroba yang pengelolaannya wajib lewat resep dokter.

Dikatakannya, untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam penggunaan obat secara benar, perlu di lakukan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat secara terpadu dan berkesinambungan, perlu di lakukan suatu gerakan yang terkoordinir yaitu melalui gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat untuk meningkatkan penggunaan obat rasional pada masyarakat.

" Gema cermat ini menjadi suatu solusi mengingat cukup banyaknya masyarakat yang belum paham penggunaan obat secara rasional, ditambah lagi maraknya praktek pengobatan dengan mengobati diri sendiri ketika sakit yang menjadi tantangan utama penyelenggaraan pelayanan farmasi di tingkat masyarakat, keadaan ini harus di tangani dengan tepat karena bisa berdampak pada penurunan mutu pengobatan, peningkatan biaya pengobatan,menbulkan efek samping yang tidak di inginkan." Jelas Abdi

Lebih jauh, disampaikan bahwa kecenderungan masyarakat biasanya gemar memprediksi jenis obat yang cocok dengan penyakitnya tanpa berkonsultasi ke tenaga medis yang berkompeten, tidak jarang pula resep yang di berikan dokter juga tidak manjur di karenakan sudah mengkonsumsi obat dengan cara swamedikasi atau pengobatan sendiri. Dan itu semua dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang obat-obatan yang di jual bebas," tuturnya.

Adapun pemateri yang hadir dari Kementerian Kesehatan adalah Kasubdit Penggunaan Obat Rasional Kementerian Kesehatan Refiandes, S.Si, Apt., MPH, Administrator Kesehatan Kementerian Kesehatan I Gusti Ayu Trisnadewi, S. Farm.,Apt, dan Master Agent Of Change Gema Cermat (Praktisi Apotek) Susi Susilawati, S.Si., Apt. (Humas)

  • Share :

SKPD / OPD