TINDAK LANJUT MASALAH SAMPAH, BUPATI NUNUKAN LAKUKAN AUDENSI DENGAN DIRJEN PENGELOLAAN SAMPAH DAN LIMBAH

JAKARTA - Kehadiran Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid di Kantor Direktorat Jendral (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada Selasa sore tadi (7/5), untuk bertemu dengan Dirjen Pengelola Sampah dan Limbah Rosa Vivien Ratnawati.

Bupati Nunukan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan beserta Kabid Persampahan DLH, melakukan pertemuan tersebut untuk membahas terkait bantuan pengelolaan sampah dan limbah di Kabupaten Nunukan.

"Silaturahmi ini merupakan koordinasi dan konsultasi program Adipura dan penyusunan Jakstrada Kabupaten Nunukan. Intinya Kabupaten Nunukan sudah dalam progres yang baik untuk Adipura. Namun demikian, kedepan fokus program Adipura lebih kearah upaya pengurangan sampah melalui berbagai kebijakan dan strategi, seperti pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan program 3R, optimalisasi bank sampah, eco office, serta program pengurangan sampah lainnya," jelas Jonet, Kabid Persampahan DLH.

DLH Kabupaten Nunukan menargetkan pengurangan sampah sebesar 30% dari timbunan sampah bisa tercapai. "Data terakhir, timbunan sampah Kabupaten Nunukan diperkirakan sekitar 16 ribu ton lebih per tahun. Jika tidak dikurangi akan sangat membebani TPA," imbuhnya.

Pada pertemuan yang membahas beberapa hal terkait permasalahan sampah dan limbah ini, Dirjen Pengelola Sampah dan Limbah tampak sangat perhatian terhadap Kabupaten Nunukan. Ia bahkan berniat memberikan alat mengolah sampah organik menjadi gas untuk skala komunitas di Kabupaten Nunukan, agar bisa dimanfaatkan di pasar untuk mengelola sampah sayur menjadi gas untuk dimanfaatkan oleh warga.

"Nunukan sudah punya perbup nomor 44 tahun 2018 tentang Jakstrada, saat ini sudah dilakukan updating data dan revisi Perbup Jakstrada," beber Laura melalui pesan singkatnya.

Bupati muda dan cantik ini berharap agar Dirjen Pengelola Sampah dan Limbah dapat hadir ke Kabupaten Nunukan untuk melihat langsung kondisi yang ada. Laura pun mengharapkan kehadirannya saat launching beberapa program DLH, yang diperkirakan akan dilaksanakan di bulan Juni sampai dengan Juli mendatang. "Direncanakan akan dibantu program Bio Digester, pengelolaan sampah organik menjadi bio gas," jelas Laura.

Pertemuan ini diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Pemkab Nunukan kepada Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, yang disaksikan oleh staf dan jajarannya. (Awan79/editor:RDJ)

  • Share :

SKPD / OPD