KEPALA BNN RI MENINJAU LANGSUNG PELABUHAN TIKUS SEBAGAI PINTU MASUKNYA NARKOBA DI SEBATIK

News Update - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH melakukan silaturahmi beserta rombongapn dengan masyarakat sebatik. Silaturahmi berlangsung pada Kamis siang pukul 13.00 wita yang bertempat di Gedung Astrada 88 Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan Prov. Kaltara dihadiri sekitar 250 orang (24/1).

Silaturahmi dihadiri juga oleh Deputi pencegahan Irjen Pol. Drs. Ali Johardi, SH., MM, Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol. Drs. Ery Nurtasari. MH dan Wakapolda Kaltara Kombespol Drs. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum. Sekda Kabupaten Nunukan Serfianus, Wakil ketua DPRD Kabupaten Nunukan Hj. Nursan, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Danlanal Nunukan Latkol Laut (P) Machri Mokoagow, Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja, Letkol inf Fafli Wardhana, Camat Se-Kecamatan Sebatik serta tokoh masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Kepala BNNP Kaltara mengatakan "Kami datang kesini dalam rangka Kunjungan Kerja bersama Kepala BNN RI Bapak Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH. Kami ingin tahu situasi dan kerawanan apa yang ada di wilayah perbatasan Pulau Sebatik ini" jelas Brigjen Pol. Drs. Ery Nurtasari.

Sementara, sambutan Bupati Nunukan yang disampaikan oleh Sekda Kabupaten Nunukan mengawali sambutan dengan mengucapkan selamat datang kepada Kepala BNN RI beserta rombongan. "dalam menjalankan roda pemerintahan Pemda Kab. Nunukan mengemban dua amanah sekaligus, Pertama, Menjaga citra dan harga diri bangsa di depan negara tetangga dengan terus menggelorakan semangat Nasionalisme warga di beranda NKRI. Kedua, Memberikan pelayanan publik yang prima sebagai daerah Otonom demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Kedua amanah itulah yang disinergikan melalui berbagai program pembangunan Pemda Kabupaten Nunukan. Dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Nunukan telah menjadi salah satu pintu masuk peredaran Narkoba melalui jaringan internasional. Jika dilihat dari pelakunya maka para pengguna narkoba sudah memasuki semua lapisan masyarakat, dari orang dewasa, pemuda, dan remaja bahkan anak anak." ungkap Serfianus.

Kepala BNN RI pada kesempatan yang sama mengatakan "Narkoba dan Korupsi sangat berbahaya. Narkoba secara psikis adalah habit (kebiasaan atau nyandu) dan Korupsi secara psikis adalah greedy (rakus/tamak). Ada sekitar 4 juta yang orang terpapar Narkoba di Indonesia beberapa Jalur masuk Narkoba di Indonesia lewat Laut, Darat dan Udara." tegasnya.

Satu jaringan Narkoba saja bisa menghasilkan 1.3 triliun uang hasil Narkoba. "Saya peringatkan semua disini jangan terlibat jaringan Narkoba. Jalur paling rawan penyelundupan Narkoba dari luar negeri adalah Selat Malaka. Setiap hari korban pecandu narkoba yang meninggal sekitar 30 orang/hari, 84.7 triliun peredaran narkoba. Jumlah tersangka dari tahun 2017-2018 sebanyak 59. 645. Ada 74 jenis narkoba yang beredar di Indonesia, dimana ada 65 jenis yang sudah teridentifikasi di Undang-Undang dan 9 jenis yang belum teridentifikasi di Undang-Undang dan untuk kapasitas rehabilitas di Indonesia masih sangat terbatas". tambah Komjen Pol. Heru Winarko, SH.

Usai sambutan, penyerahan kenang-kenangan antara Kepala BNN RI dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan. Kemudian Rombongan meninggalkan gedung Astrada 88 menuju Patok 3 Aji Kuning Sebatik Tengah untuk melakukan peninjauan pelabuhan tikus yang sering dijadikan pintu masuk narkoba. (HM)

  • Share :

SKPD / OPD